saat menulis ini, q sedang mengalami nyeri yang sangat menyakitkan dan menyiksaq sekali,.. pinggangq kaku,punggungq sakit , serasa keduanya mau patah(aduh hiperbola sekali,
), perut mual seakan mau (maaf) muntah,.. 2 hari ini q mengalami sakit ini yang luar biasa, membuatq tidak nyaman dan membuat emosiq sama sekali tidak stabil, so, ada apa dengan q?? what happen with me?? (huhu
)
dismenorea ataw yang lebih dikenal dengan nyeri haid, itulah yang q alami sekarang, jadinya q terinspirasi buat nulis ini, meskipun dah banyak yang ngomongin ini tapi q tetap tertarik untuk menulisnya, bukan apa-apa hanya untuk lebih mengenal apa nyeri haid q untukq sendiri khususnya,..
apa sih dismenore itu??
dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi.
Dismenore dikelompokkan menjadi dua, yaitu dismenore primer yang biasa dialami wanita normal yang menstruasi, dan dismenore sekunder yang dialami wanita penderita kelainan/penyakit tertentu.
Penyebab Dismenore primer secara pasti belum diketahui. Diduga terjadinya dismenore berkaitan dengan kerja prostaglandin (hormon yang ditemukan di serviks/leher rahim dan uterus/rahim ). Beberapa penelitian menebutkan bahwa wanita yang mengalami dismenore memproduksi prostaglandin 10x lebih banyak dari wanita yang tidak dismenore. Salah satu fungsi zat ini adalah membuat dinding rahim berkontraksi dan pembuluh darah sekitarnya terjepit. Intensitas kontraksi ini berbeda-beda pada tiap individu dan bila berlebihan akan menimbulkan nyeri ketika menstruasi, selain itu juga akan mengaktivasi usus besar. Selain itu, prostaglandin juga merangsang saraf nyeri di rahim, sehingga menambah intensitas nyeri. Zat ini juga bekerja di seluruh tubuh. Inilah yang menjelaskan mengapa ada gejala lain yang menyertai nyeri ketika menstruasi. Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang bukan disebabkan oleh kelainan pada panggul dan sekitarnya. Serangan nyeri ini bisa bersifat hilang timbul atau menetap. Biasanya nyeri terasa 24 jam sebelum menstruasi dan berakhir 24-36 jam setelah menstruasi berhenti. Dismenore ini terjadi sekitar 2 atau 3 tahun setelah menstruasi pertama dan mencapai klimaksnya pada saat perempuan berusia 15-25 tahun. Setelah itu, rasa nyeri akan menurun seiring bertambahnya usia dan menghilang dengan sendirinya setelah perempuan melahirkan. Meskipun sakit, dismenore tidak berbahaya, tidak juga menyebabkan gangguan kesuburan.
Sedangkan dismenore sekunder biasanya dialami wanita dengan kelainan tertentu, misalnya: endometriosis, infeksi pelvis (daerah panggul), tumor rahim, apendisitis, kelainan organ pencernaan, bahkan kelainan ginjal.
Keluhan dismenore akan meningkat pada wanita yang mengalami kegemukan, kurang nutrisi, peminum kopi, peminum alkohol, perokok, tidak aktif secara seksual, dan tidak pernah melahirkan. Juga biasa dialami wanita yang dalam keluarganya ada riwayat dismenore
Prof. DR. Dr. Biran Affandi, Sp.OG (K), FAMM, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengingatkan bahwa nyeri haid yang terjadi terus-menerus setiap kali haid sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, bisa jadi merupakan tanda ada yang tidak beres pada rahim.
Untuk memastikan tipe dismenore, bisa dilakukan dengan pemeriksaan ginekologis. Dengan mengenali berbagai perubahan yang dialami, seperti jumlah dan lama menstruasi, sakit ketika berhubungan seksual, serta bagian tubuh yang sakit, dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan dan penanganan yang paling diperlukan.
Setelah mengetahui jenis dismenore, dapat dilakukan pengobatan yang tepat. Kebanyakan perempuan dengan dismenore primer akan diberi obat anti peradangan bukan steroid(NSAID) yang bisa menghambat produksi serta kerja prostaglandin.
Bisa juga dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, dannaproxenen yang dijual bebas di pasaran. “Meski obat ini dijual bebas, disarankan agar pasien berkonsultasi dulu dengan dokter, ” sebut Prof . Biran.
Sementara itu, dismenore sekunder ditangani dengan mengidentifikasi dan mengobati penyebabnya. Untuk mengurangi rasa sakit pada dismenore primer bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:
·Mengurangi konsumsi kopi
·Tidak merokok maupun minum alkohol
·Mengurangi konsumsi garam dan memperbanyak minum air putih
·Mengkonsumsi makanan tinggi kalsium, karena kalsium diduga dapat meringankan kram, bisa berupa susu berkalsium tinggi
·Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran
·Suhu panas dapat memperingan keluhan. Lakukan pengompresan dengan handuk panas atau botol air panas pada perut atau punggung bawah atau mandi dengan air hangat
·Olahraga. Mampu meningkatkan produksi endorphin otak yang dapat menurunkan stress sehingga secara tidak langsung juga mengurangi nyeri
·Beberapa posisi senam dapat menghilangkan kram, salah satunya peregangan kucing, yang berupa posisi merangkak, kemudian mengangkat punggung ke atas setinggi-tingginya. Posisi lainnya adalah berbaring dengan lutut ditekuk, kemudian angkat panggul dan bokong, bisa juga dengan posisi janin, yaitu menarik lutut ke arah dada sambil memeluk bantal atau botol berisis air hangat di perut.
·Melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan juga membantu melupakan rasa sakit.
·Cukup tidur, karena kurang tidur menyebabkan kelelahan sehingga lebih sensitive terhadap sakit.
·Rasa nyeri dapat dikurangi dengan obat pereda nyeri yang banyak beredar, misalnya aspirin.
sumber:
- nyeri haid bila bersalin, http://portal.cbn.net.id
- dismenore (nyeri haid), http://www.blogdokter.net
- dismenore alias nyeri menstruasi (health Ed-1), http://niex-klaten.blogspot.com
- dismenore, http://medicastore.com/
- gangguan menstruasi, http://www2.kompas.com/
- mengatasi nyeri saat haid, http://www.republika.co.id/

